Berita

Bakso, Martabak dan Sate Laris Manis di Festival Indonesia di Moskow

7 August 2018
Sajian kuliner Indonesia menjadi salah satu daya tarik para pengunjung Festival Indonesia ketiga di Kota Moskow yang berlangsung sejak 3 hingga 5 Agustus 2018. Warga Rusia yang datang, ikut menikmati berbagai macam kuliner Indonesia, seperti bakso, martabak dan sate walau harus mengeluarkan uang untuk membelinya dan rela antri.
Salah satu peserta festival Dewi Ratih Kamiliah yang membuka booth “Rumah Kita” menyajikan menu bakso daging, bakso seafood, siomay, mie ayam, nasi rendang dan pecel. Yang menjadi favorit adalah bakso daging dan seafood, mie ayam bakso dan nasi rendang.
“Para pengunjung sangat antusias ingin mencoba berbagai makanan Indonesia. Antrian pengunjung tidak putus-putus sehingga kami harus ekstra cepat melayaninya,” kata Ratih yang mengaku akan membuka restoran khusus menjual bakso setelah festival ini.
Menurut Ratih, diperkirakan sekitar 1500 porsi bakso daging dan seafood terjual selama festival. Harga satu porsi bakso sekitar 65 ribu rupiah dan merupakan harga promosi. Banyak para pengunjung yang menanyakan tempat penjualan menu bakso seperti itu di Moskow.
Martabak manis dan martabak telor yang disajikan oleh “Martabak Moscow” tidak kalah menarik bagi warga Rusia. Juru masak martabak, Renu Lubis dan beberapa orang timnya yang berpengalaman di dunia kuliner khusus datang dari Belanda ke Moskow untuk menyukseskan festival. Pada festival dilakukan juga demo membuat martabak.
Tidak hanya bakso dan martabak, sate ayam dan sate kambing yang disajikan oleh ibu-ibu anggota Darma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Moskow juga digemari warga Rusia.
Menurut Salbia Rozita Fauzi dari DWP KBRI Moskow, selama tiga hari festival terjual habis makanan, termasuk sate ayam dan kambing. Booth DWP KBRI Moskow ini juga salah satu yang selalu ramai didatangi para pengunjung Rusia.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M. Wahid Supriyadi menyampaikan peluang bisnis di Rusia sangat bagus, termasuk kuliner. Masyarakat Rusia saat ini sudah mulai terbiasa dengan makanan-makan asing, termasuk masakan oriental.
Dubes Wahid mengatakan perlunya upaya memperkenalkan kuliner Indonesia di Rusia, seperti melalui Festival Indonesia ini. Selain membuka peluang bisnis di Rusia, masyarakat Rusia dapat mengenal dan merasakan masakan Indonesia sebelum mereka berkunjung ke Indonesia. Ditambahkan saat ini belum ada restoran Indonesia yang menyajikan khusus masakan Indonesia.
Festival Indonesia ketiga ini diselenggarakan di sebuah Taman “Krasnaya Presnya” seluas 16,5 ha di pusat kota Moskow. Selama tiga hari penyelenggaraan, Festival dikunjungi lebih dari 135 ribu orang warga Moskow dan sekitarnya.

http://www.tribunnews.com/internasional/2018/08/07/bakso-martabak-dan-sate-laris-manis-di-festival-indonesia-di-moskow